🎱 Bagaimana Cara Penataan Lampu Di Atas Pentas

Liputan6com, Jakarta Pengertian teater adalah jenis kesenian pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Secara spesifik, pengertian teater merupakan sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting. Secara etimologis, kata "teater" berasal dari bahasa Inggris "theatre" dan bahasa Yunani PenataanLampu di Ruang Tidur/Kamar. Gambar via: www.desainrumahminimalistz.com. Ruang tidur merupakan ruangan privat setiap anggota keluarga yang tentunya haruslah dibuat senyaman dan sebaik mungkin. Untuk penerangan, selain lampu utama yang digunakan terutama ketika Anda melakukan kegiatan seperti belajar atau menyelesaika pekerjaan Permukaan papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain sehingga memudahkan pekerja dalam memasang dan menata peralatan. 7. Tirai besi. Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung. Selaincontoh di atas, pencahayaan jenis ini bisa dipakai sudut tertentu, barang tertentu menjadi menonjol. Karena penataan cahaya diatas pentas adalah peniruan dari apa yang terjadi di alam semesta raya ini. Dari sumber cahayanyadapatlah dibedakan menjadi dua, yaitu: (SM), biasanya urutannya adalah pemasangan set, penataan lampu dan Bagaimanaia tidak bingung, disamping uang simpanannya habis, ia juga terjerat oleh pinjaman uang yang berbunga. Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa kerja penata cahaya tidak hanya sekedar menata lampu, menghidupkan, dan mematikannya. Segala catatan pergerakan laku dan posisi aktor di atas pentas dapat dijadikan acuan untuk Teatrikalisasipuisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya acting para pemain biasanya teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud. Teatrikalisasi puisi menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan laku aksi dan tata artistik di atas pentas. Salahsatu contoh kapal komersial, membawa ribuan kontainer baik di dalam palka kapal dan di atas deck kapal, sumber gambar beranjak lebih jauh mari kita ketahui bersama dulu, ada istilah yang sudah standar dan diakui oleh berbagai pelayaran di konsep keilmuan, mengenai pembedaan space yang tersedia di kapal. tata latar tempat atau pemandangan yg diperlengkapi berbagai peralatan untuk pertunjukan drama di atas pentas dl siaran radio atau televisi; • tata letak pengaturan, penempatan, dan penataan unsur grafika pd halaman atau seluruh barang cetakan supaya yg disajikan kelihatan menarik dan mudah dibaca; • tata lingkungan susunan lingkungan; Penataannyabagaimana, jenis pohonnya apa, semua itu akan kita pelajari terlebih dahulu agar nantinya berbagai tanaman pohon yang kita tanam benar-benar bisa berfungsi seperti keinginan. Untuk itu nanti kita juga akan mengupas satu contoh untuk Gambar Menata Pohon di Halaman Rumah yang bisa jadi bahan rujukan kita. Untuk mengetahui tips jitu cara menata lampu di ruangan rumah Anda, Lara Proctor ahli pencahayaan dari Seattle akan membimbing Anda.. Saran pertama dari cara menata lampu adalah, sebaiknya Anda untuk menggunakan tiga tipe pencahayaan agar ruangan agar lebih cantik dan tepat guna. Tiga tipe tersebut adalah pencahayaan umum, khusus, dan aksen. Selainitu, tata lampu juga dapat memberi efek suasana adegan dan membangun atmosfer pementasan. Misalnya, ketika adegan tegang, intens, atau penuh kemarahan, penataan lampu pada panggung akan menggunakan kombinasi dominan berwarna merah. Pengertian tata lampu pentas teater. Foto: Unsplash Scoop lampu ini adalah cara yang sangat baik untuk memberikan pengaturan cahaya penuh untuk panggung dengan sejumlah kecil lampu. Par Cans: par dapat memberikan yang luas, sinar umum dan mencakup wilayah yang luas. penataan dekor di atas pentas penting untuk dipelajari. Jika desain tata panggung memperlihatkan sebuah konstruksi maka tata gzol4. [Satu exsplorasi. Untuk meninggalkan dari tontonan balackout’] Pernahkah menangani pementasan dengan adegan yang cukup banyak? Suatu kali usai tontonan teater, seorang penonton berkata; nonton teater blackout’. Kenapa? Karena adegan dalam pertunjukan itu singkat-pendek dan adegannya cukup banyak. Sehingga pergantian episode menjadi mengganggu. Hal sebagaimana ini perlu disiasati. Buat menghindari, seperti apa nan dikatakan penonton diatas nonton teater blackout’ Dalam arena atraksi, salah satu unsur artistik adalah lighting. Dengan lighting semua bisa dilihat dan semua boleh diamati [visibilitas]. Lighting dan setting menjadi sebuah kebutuhan bikin mendapatkan ekspresi visual, maslahat mencium pertunjukan menjadi baik. Seorang Lighting Disainer [LD] terbiasa memikirkan seperti apa visual yang akan dibuat? Yang tentunya senapas dengan putaran dan Juga kerjakan menjaga kesinambungan fragmen bepergian. Misalkan pergantian Que, hijrah titik api, transisi adegan dengan adegan selanjutnya alias pertukaran babak. Untuk menjaga meski silsilah pertunjukan terasa memadai. Maka diperlukan exsplorasi, bakal mendapatkan kemungkinan-peluang pilihan ekspresi. Tidak menutup kebolehjadian memanfaatkan dengan apa yang terserah di panggung, pula bisa mengkombinasikan setting dengan ciklorama [back drop]. Berikut acuan foto dan video Tulang beragangan dan representasi Graha Bhakti Budaya. Kop ;TitikTerang [sidang rakyat dimulai]. Prod Satu Bangkang Panggung. Naskah/Strd Ratna Sarumpaet. LightAzis Dyink Kombinasi seting & ciklorama [back roboh] Graha Bhakti Budaya [Tim]. Judul Horas Amang. Prod Teater Laskar. Skenario/Strd Ibas Aragi. Light Azis Dyink Graha Bhakti Budaya [TIM]. Titel Mastodon dan Butuh Kondor. Prod Bengkel Teater Rendra. Std Ken Zuraida. Arts Aidil Usman. Light Azis Dyink Ekplorasi siluet & video proyektor Gedung Kesenian Jakarta. Kop Kenapa Ryan Berubah. Prod Pekcho Teater. Light Azis Dyink. Foto kalangan. Pekcho Teater Segara [TIM]. Judul Lutung Kasarung. Std. Didi Petet. Arts&Foto Erman Soelaeman. Light Azis Dyink. Ciputra Artpreneur. Judul Opera Lauk Asin. Prod Teater Koma. Std Nano Riantiarno. Art Taufan. Light Azis Dyink. Foto Riskindi Muhamad Suatu ideal mensiasati, bikin terhindar berbunga teater blackout’. Pergantian seting menjadi sebuah babak cahaya menjadi nyawa pertunjukan, cahaya mengendalikan pertunjukan. Kesalahan pada cahaya seluruh penonton akan menjadi syahid. Kilauan adalah energi berbentuk gelombang elektronik elektromaknetik yang kasat mata.[wik bermula tesmak yang bebeda seorang seniman scenografi mengatakan cahaya yaitu pengungkap kehadiran. Dan Kekuasaan adalah wewenang nan didapatkan lakukan menjalankan wewenang tersebut [ Di dalam satu pentas seni kilap menjadi faktor penting disaat pertujukan itu berlantas. Pendar menentukan visibilitas. Segala yang dilihat dan apa yang bisa diamati spektator ditentukan oleh kilat. Cahaya menentukan yang mana yang akan dilihat pemirsa. Yang mana yang lebih fokus dilihat penonton. Cahaya menjadi berkuasa. Otoritas nan dimaksud disini bukanlah kekuasaan yang bosor makan disebut oleh kabilah revolusioner. Dalam tontonan teater/dagelan, cahaya menentukan jalannya pementasan, mengatur alur dari penonton hadir hingga pertujukan berpisah. Dramatik dan jalannya adegan kembali ditentukan oleh seri, selain musik dan aktor tentunya. Bakal memulai suatu penggalan apakah lambat atau cepat kilap yang membuat. Begitu pun bakal menutup adegan. Ketika adegan sudah lalu dibangun maka dari itu aktor dan putaran tersebut harusnya diakhiri dengan cepat [Black Out] tetapi cahaya bukan melakukan itu, maka spektator merasa dramatik yang mutakadim dibangun oleh aktor menjadi menguap alias dramatiknya terganggu. Bikin menjaga alur dramatik , dibutuhkan ketepatan kilat. Bagaimana memulai dan bagaimana mengakhiri adegan. Dan warna-warna nan dapat menguatkan. Disini cahaya berkuasa. Kekuasaan semarak dilemahkan Sebelumnya perlu kita ketahui. Seorang lighting designer [LD] /lightingman’ disini [indonesia] sangat teristiadat, LD /’lighting man’ bukan hanya sebagai penata cahaya tetapi lagi memasang bola lampu dan sekaligus menjadi oprator buat pertunjukan. Berikut beberapa contoh kekuasaan cahaya dilemahkan. Lighting man’ pemula Sendiri LD /’lighting man’ pemula n domestik sebuah produksi teater amatir, teater sekolah selalu sedikit mendapatkan kepercayaan penuh seniornya yang menjadi sutradara. Dalam kerja pemasangan lampu sering seniornya membetulkan dan merubah tulang beragangan tata cahaya yang sudah dipikirkan LD /lighting man’. Karena pengaruh senior maka keinginannya dipenuhi. Dengan keterbatasan jumlah lampu yang resmi kita jumpai, maka harus ada yang dikorbankan. LD/Lighting man’ harus berpikir ulang supaya segala apa yang dikorbankan tidak mengganggu rajah yang sudah disiapkan. Atau bohlam nan dikorbankan bukan lampu busur yang vital. Tetapi pertibangan itu pelalah terlupakan, dan baru disadari ketika pertunjukan akan dimulai. Sutradara mengarahkan oprator Ketika pertunjukan melanglang Sutradara ikut mengarahkan langsung operator bikin kerinduan cahayanya. Kejadian itu adalah sebuah kesalahan. Pemusatan teknisi akan terganggu dan mengakibatkan detik pertujukan berjalan banyak terjadi kesalahan. Sutradara boleh mengingatkan teknisi untuk transisi episode. Atau mengoper tugas stage manager. Untuk kerinduan-kemauan bentuk semarak harusnya disampaikan waktu proses pelajaran. Maupun menjadi koreksi yang dicatat. Terbiasa diingat semarak menjadi nyawa pertunjukan, cahaya mengatasi pertunjukan. Kesalahan plong sorot seluruh penonton akan menjadi saksi. Maka ketika pementasan berlangsung rancangan cahaya berjarak. Jika ada koreksi masukkan dalam catatan. Kognisi ini terlazim diketahui kita bersama. LD/’Lighting man’ dahulu berkuasa momen pergelaran, meskipun kurang lebih durasi selama suatu setegah jam. Pengaruh nan dimilikinya pun tidak yuridiksi otoriter. Tapi kekuasaan super’, karena sekiranya mengerjakan kesalahan serampak mendapatkan siksa. Presentasikan rancanganmu sebaik mungkin. Persiapkan, matangkan. Dalami mantra lighting dengan seksama, jadilah LD/’Lighting man’ yang selayaknya. Ia memiliki kuasa. Jangan makara ’Lighting man’ masa ini ada besuk tiada. Salam lakukan teman-teman Festival Teater Jakarta [FTJ]. Workshop Lighting di ATAP [sebuah garitan] Seorang bapak scenografi indonesia dengan sangat filosofis mengatakan, cahaya adalah, “Pengungkap kehadiran”. Cahaya tidak akan nampak minus mangsa yang diterangi, Onjek akan nampak sehabis cahaya itu hadir. Kehadiran semarak di ruang gelap tidak akan nampak, jika tidak ada objek, elemen-zarah abu yang beterbangan. Masa pertama. Sesi 1 [siang] Tentang sumber cahaya. Suber cerah dibagi dua. Alami dan bikinan. 1. Alami – Matahari – Rembulan – Api 2. Sintetis – Lilin – Lampu minyak – Lampu listrik. Asal untuk menjadi lighting man’ [lighting designer]. lighting man’ harus berbeda sensitivitas menyibuk cahaya, dibandingkan dengan orang pada umumnya. Orang awam melihat kilat hanya laksana penerangan. Seri membuat kurat. Jika kita menyibuk panah di lingkungan, baik cuaca alami ataupun kirana buatan, misalnya Matahari mulai sejak, siang hari, Bulan purnama atau bulan sabit, lilin ataupun api, lampu neon ataupun lampu pijar. Koteng lighting man’ harus memikirkan. Bagaimana suasana cahaya itu seandainya dipindahkan ke atas arena. Akan menggunakan bohlam jenis apa saja? Dengan warna nomer berapa? Ketika cahaya alami, matahari berbunga mendamari kemudian siang, lalu tenggelam dan menjadi lilin lebah. Haram. Koteng ilmuwan Thomas Alva Edison memintasi itu. Ia membuat lilin batik menjadi cerah. Tahun 1879 Ia menemukan lampu menara api, yang sebelumnya juga beliau menemukan pengobar listrik. Kegunaan Terang – Kurat sebagai fungsinya, Setelah ditemukannya pembangkit setrum dan lampu marak. Cahaya hadir sebagai fungsinya, menerangi. Ira-ruang yang haram menjadi cahaya ketika ada terang. – cahaya untuk menonjolkan bulan-bulanan. Jikalau kirana yang mengenai bulan-bulanan lebih terang dari cahaya sekitarnya, maka korban tersebut akan nampak menonjol dan lebih fokus. – Panah menciptakan suasana. Dengan di temukannya jenis lensa dan beberapa model lampu. Sendiri lighting man’ dapat memanfaatkan kerjakan kreatifnya. Dengan menggunakan sejumlah lampu dengan sudut yang berbeda, warna, intesitasnya lighting man’ dapat menciptakan suasana. Menghitung ki akal Sebelum kita tiba menghitung. Berikut model kasus yang terjadi. Pada festival Teater Jakarta beberapa waktu tinggal, pertunjukan berlangsung di Teater Variabel Institut Kesenian Jakarta. Ketika pertunjukan berjalan terjadi insiden dua mana tahu mati lampu. Dikarenakan pokok nan digunakan buat pementasan melebihi kapasitas gerendel yang tersedia di gedung itu. Seorang lighting man’ harus tahu berapa anak kunci listrik nan dibutuhkan kerjakan pertunjukannya, untuk dicocokkan dengan daya listrik nan tersedia. Jika taktik yang tersedia di gedung tidak mencukupi, lighting man’ harus sudah lalu n kepunyaan solusinya. Situasi itu harus diketahui sebelum hari persiapan. Sehingga bukan terjadi kasus seperti di atas. Kerjakan mencerna berapa watt kiat yang engkau butuhkan? Hitunglah seluruh kunci lampu di light plot yang ia buat. Berikut rumus cak menjumlah anak kunci. Wajib diingat, listrik nan di pakai di Indonesia baik Genset ataupun PLN menggunakan tegangan listrik 220 Volt. I = arus setrum [amper] V =tegangan listrik [volt] P = Power/Sendi [watt] P = V x I [amper] P I = —– V Bagaikan contoh, Revolusi elektrik sebuah rumah terpasang 6 Amper. Berguna rumah tersebut dapat memperalat gerendel listrik sebesar Watt. P = 220 V x 6 A = P = Watt Pengenalan Lampu Pangung – Jenis dan karakter kilat lampu panggung – Menata aksesoris lampu panggung Selengkapnya baca, busur-panggung-dan-fiil-cahayanya/ – Sudut cahaya dan efek bayangan yang ditimbulkan selengkapnya baca, – Fokus lampu /menyasarkan lampu [overlaping dan tidak overlaping] Sesudah-sudahnya baca, – Three point lighting sebagai penataan idial, seutuhnya baca 4 Aturan Cahaya Comar Hadir di lampu busur Panggung – Intensitas – Distribusi [arah/sudut] – Warna – Manuver [Perubahan] Perbedaan Sistem Instalasi Bohlam Konvensional dan lampu LED Sistem instalasi lampu konvensional Sistem instalasi bohlam LED Sesudah peserta mengakui materi di atas. Pelajar dibagi menjadi empat kelompok, dan Masing-masing diberitugas bagi membuat sebuah pertunjukan 5 menit. Musikalisasi Puisi 2 kelompok, Pembacaan puisi dan monolog. Waktu Pertama. Sesi 2 [lilin lebah] Praktek materi yang diberikan di sesi 1. Setiap kelompok mencoba lampu sahih dan lampu LED. Dengan konseptual di atas ajang Masa kedua. Sesi 1 [siang] Menyatukan gagasan individu menjadi gagasan kerumunan. Sesi 2 [lilin batik] Penguraian pertunjukan per kerumunan. Evaluasi dan Wawanrembuk Perlu kita sadari bahwa n domestik sebuah atraksi, cahaya merupakan elemen pendukung. Selain ada artistik, nada dan kostum. Kreatifitas keempat satah itu semua bertolak dari gagasan sutradara. Sehingga keempat bidang saling bekerjasama. Tidak mengatur dirinya koteng tanpa keterlibatan yang lain. Sebagaimana yang terjadi malam itu. Koreksi Mas Jose Rizal Manua pada pertunjukan monolog Depressed’ yang dimainkan makanya penulisnya, Ferry Nyoe . Aktor di panggung dalam suasana depresi tetapi kilap latar bokong berkedip-kedip sehingga bukan menguatkan doang mengganggu adegan. Puas kesempatan itu Juga di jelaskan bahwa, harus hati-hati memperalat warna dari lampu LED, pada warna tertentu jika mengenai kulit atau wajah terlebih merusak tekstur kulit pemain. Dan cak bagi mengatasi itu terbiasa ditambahkan cahaya berpokok lampu baku, terutama dari sisi depan.[ini sekalian menjawab pertanyaan mulai sejak dormyhead’] Rona LED akan lebih baik untuk membangun suasana adegan, semacam itu tambahan masukan dari Zank Smooth. Lighting man’ dari Jakarta Kiat. Pada malam itu bos Sengkuap, Budi Kerdil memajukan pengalamannya dan tanya. Bagaimana detik melakukan pertunjukan berkeliling dengan kondisi tempat dan fasilitas lampu busur yang tidak separas, sahaja konsep pertunjukannya enggak berubah? Dijelaskan bahwa, dengan menggunakan bola lampu yang berbeda kita bisa mewujudkan pertujukan dengan konsep yang sekufu. Tetapi teristiadat gubahan. Mula-mula apa nan menjadi konsep dasar Pertujukan itu? Kejadian itu nan harus di utamakan. Sehingga pertunjukan di tempat suatu dengan tempat nan lain secara visual boleh berbeda, tetapi secara konsep tidak berubah. Berbagi Narasi Camar duka Ketika workshop itu bepergian mas Jose Rizal Manua juga membualkan pengalaman akan halnya kreatifitas panggungnya. Mas Jose Rizal Manua [JRM] membualkan bagaimana proses berbenda yang di lakukan Pakde Roedjito. Pakde, begitulah panggilan akrab dari murid-murid dan mahasiswanya untuk bapak scenografi Indonesia itu. JRM menceritakan, momen Bengkel Teater Rendra akan mementaskan naskah Kasidah Bertaki’. Pakde menangani berseni untuk pentas itu. Suatu hari Beliau menghindari ke Jogyakarta, tepatnya menuju ke tepi laut Parang Tritis. Di sana seharian Anda mengamati umbul-umbul pesisir Parang Tritis dari sebelum rawi terbit sampai matahari terbenam bahkan hingga malam. Perubahan kalimantang nan terjadi di pantai itu beliau amati dengan seksama. Benar, semuanya terbukti. Ketika hasil pengamatannya Sira pindahkan ke atas panggung Kasidah Bertaki di Graha Bakti Bhudaya Yojana Ismail Marzuki. Tata panggung dan tata cahaya yang Engkau tangani menghasilkan pergelaran nan luarbiasa. Beliau juga menambahkam kubah-kubah hasil pengamatannya dari sebuah surau di wilayah Kramat. Begitu JRM menceritakan. JRM bukan hanya sebagai penyaksi pertunjukan tetapi ia terlibat langsung dan membantu mewujudkan gagasan Wak Roedjito privat pentas itu. Tentang Uak Roedjito. Disini saya sisipkan sedikit pengalaman, bagaimana Ia membagi materi kuliah artistik. Ruang lektur di sebuah panggung prosenium katai. Di bawah palagan beliau duduk dibangku dengan sebuah meja kecil. Meja bekas hak pentas eksamen smester. Sedangkan mahasiswanya duduk di ubin yang berundak. Di atas meja terletak segelas teh dan segelas air putih. Uwak Roedjito “Segala nan kalian lihat dengan segelas teh ini?” Mahasiswa 1 “Teh suam!” 2 “Teh manis!” 3 “Segelas teh hangat!” 4 “Segelas teh suam yang telah dingin!” 5 “Teh tubruk!” Makdang Roedjito “Segelas teh! Betul. Takdirnya diminum, manis, hangat dan lemak. [gelas diangkatnya] Melihat ini, barang apa yang cak semau dipikiranmu? Sira harus mempunyai tanya. Mungkin yang mengapalkan teh ini kemari? Kebun teh cak semau di tungkai gunung. Ibi-ibu dengan tangannya jengger daun teh bermula pagi. Patera teh dikeringkan, dikemas. Sekarang sebatas di sini! Boleh jadi yang memasak air memberahikan? Pecah mana gulanya? Berpangkal semua tanya itu Pakde tidak meminta jawaban satupun. Selepas waktu berlalu. Mentah saya memahami jawabannya. Apapun yang dihadirkan di atas gelanggang, telah melalui pemilahan dan sanggup membawa teks dan sanggup menjadi “indeks.” Berikut pelajaran enggak terbit Beliau ketika berada disebuah bangunan pertunjukan dengan gelanggang prosenium. Kita semua duduk di bangku pirsawan menuju kancah. Panggung zero tetapi terdapat perlengkapannya, back drop, wing/leg, dan border. Pakde Roedjito “Coba engkau lihat arena nihil itu! Lihat, amati. Rasakan, apa rasanya?” Kami hanya bungkam. Suatu dua orang saling pandang. Wak Roedjito “Ada sudut nan “berbunyi”. Di ki perspektif panggung mana yang “berbunyi”? Medan bawah, panggung atas, depan atau pinggul?” Semua diam. Sesaat menjadi tenang. Pakde Roedjito “Jikalau anda menggantung kertas. Akan digantung dimana? Supaya daluang itu “berbunyi.” Bagi mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu, saya beberapa kali melakukan pengamatan melihat panggung kosong di masa yang berbeda. Di sini agak langka dijabarkan, kecuali kita melakukan praktek serta merta. Bahwa sebuah panggung zero pada setiap negeri-areanya mempunyai kemujaraban empati yang berbeda. Hendaknya catatan dan cerita camar duka ini bermanfaat buat kita semua. Dan demikian tulisan Workshop Pengelolaan Cuaca yang diselenggarakan Jalinan Teater Jakarta Pusat [ATAP] puas Tanggal 24 dan 25 April 2022. Akhir kata. Warna tak akan ada tanpa binar. Dandan enggak akan terserah kalau kita buta warna. Ain manusia n kepunyaan batang saraf untuk mengidentifikasi cak cakupan kilauan, kecerahan dan warna. Setiap warna punya tinggi gelombang spektrum yang berbeda. Bakal mengukur panjang gelombang spektrum kilauan diukur dalam nanometer [seper sejuta meter] Kita bisa melihat rona cuma pada tahapan gelombang spektrum antara 400 – 750 nanometer. Strata gelombang spektrum terpendek nan boleh dilihat mata kita merupakan antara 390 – 430 nanometer merupakan, warna violet. Di asal violet atau dibawah 390 nanometer yaitu ultra violet [UV] dan kita tak dapat meluluk rona ultralembayung. Sedangkan tinggi gelombang elektronik spektrum terpanjang yang dapat dilihat mata adalah antara 720 – 750 nanometer yakni, magenta. Di atas magenta atau diatas 750 nanometer yaitu inframerah. Dan kembali kita bukan bisa melihat warna inframerah. Lebih jelasnya kita tatap tulangtulangan berikut. Jadi gelombang listrik yang bisa dilihat maka itu indra penglihatan ialah berasal violet [390 – 430 nanometer] hingga magenta [720 -750 nanometer]. Di bawah violet merupakan ultraviolet [UV] dan di atas magenta ialah inframerah. Pada retina mata manusia suka-suka dua saraf, satu peka terhadap intensitas atau kecerahan. Dan nan suatu pula peka terhadap warna. Saraf warna mata kita sangat sensitif puas warna, pertama abang, berikutnya biru dan hijau. Sensitifitas indra penglihatan mengait jenjang rendahnya kecerahan mempengaruhi corak yang dilihat. Jika saraf mata menyirat sebagian segara intensitas rendah ataupun penglihatan lega malam hari, maka kepekaan saraf netra kita menangkap panjang gelombang listrik antara mentah – sensasional. Dan kepekaan saraf warna menangkap biru kehijauan. Kirana bulan adalah cerah matahari nan dipantulkan sehingga punya intensitas rendah. Nampaknya cahaya bulan memiliki warna biru. Karena alasan ini tali peranti teater menuntut untuk menunjukan malam masa dengan cahaya dandan biru. Sebaliknya, pada tingkat semarak yang hierarki saraf alat penglihatan menangkap tahapan gelombang cahaya merah dan hijau. Siang hari, binar surya barwarna murni, nampaknya n kepunyaan warna kekuningan [kombinasi merah dan mentah]. Warna kudus sreg cahaya adalah pencampuran corak bangkang [R], baru [G] dan biru [B]. Berbeda dengan warna pikmen. Pencampuran tersebut akan mengahasilkan warna hitam. Konversi panggung bahwa, sinar bulan berwarna biru dan matahari bercat kuning didasarkan pada uraian di atas. Bukan tidak bisa jadi sira ibarat LD [Lighting Designer] mempunyai pilihan warna sendiri bakal pertunjukanmu. Karena perbedaan budaya dan sifat pribadi. Maka persepsi spektator terhadap warna dan simbolisasi warna bisa farik. Agar uraian singkat ini dapat menjelaskan dan membuat kita memafhumi kenapa suasana malam itu identik dengan warna biru. Selamat berkarya. Selingan. Cara Fokus Lampu Medan Kaidah cepat mewujudkan disain lampu ke panggung Sehabis menerobos proses tuntunan dan urun pendapat dengan Sutradara, Produksi, Penata Panggung, Penata Seragam lagi Penata Musik. Tugas Penata nur membuat lighting plot. Cara membuat lighting plot, baca kembali. Awalnya lighting plot [gambar disain lampu ajang] dibuat diatas plano. Dengan pertimbangan yang menguning maka ditentukan posisi lampu, jenis dan variasi lampu dan warnanya. Sampai mendapatkan lighting plot revisi bungsu. Nan kemudian kita wujudkan di atas ajang Cek kebutuhan Sebelum lampu digantung, pastikan kebutuhan lampu busur yang akan dipakai sudah siap, tentunya dengan jenis dan macam bohlam yang akan digunakan. Periksa lampu apakah dalam kondisi baik. Bohlam tidak mati, aksesoris bohlam berfungsi normal. Kalau ada jenis alias tipe lampu yang dibutuhkan lain ada segera siapkan penggantinya. Juga siapkan kabel tambahan dan gawai sambungan. Semua itu penting untuk kerja persiapan yang makin cepat. 2. Menggantung lampu Menggantung bohlam sesuai dengan lighting plot. Perhatikan ketika menggantung lampu, jangan sampai pelecok atau tertukar keberagaman dan tipenya. ?. Bagaimana dengan jarak antar lampu busur? ! . Untuk jarak lampu, ada disainer nan ketat dengan jarak antar lampu, sebatas teristiadat menggunakan meteran untuk menentukan posisi lampu satu dengan bohlam yang lain dalam satu baten. Sahaja cak semau disainer yang longgar dengan jarak antar bohlam itu, ia memadai menggunakan filingnya’ guna mengejar kecepatan kerja. Galibnya cukup memperalat garis center, takat kiri dan tenggat kanan panggung. Ketika lampu digantung arahkan simultan ke area nan di tuju dan pastikan keamanannya, lubang frame warna menghadap ke atas. Pasrah sedikit longgar kabelnya supaya ketika fokus, lampu bisa pan’ [kanan-kiri] atau tilt’ [atas sumber akar] ?. Pada saat dandan bohlam dipasang?. ! . Suka-suka disainer yang memasang corak setelah lampu busur difokus. Ada juga disainer yang memasang corak bersamaan ketika menggantung bola lampu ?. Kenapa farik? !. Sreg dasarnya setimbang. Jika memasang warna sesudah lampu busur difokus, akan makin ketepatan. Hai ini sangat utama untuk disain lampu nan mengistimewakan komposisi garis-garis cuaca, dan lampu busur nan memperalat warna-warna deras. Dan kalau memasang dandan bersamaan ketika menggantung lampu. Tentunya karier awalan akan lebih cepat. Karena perian untuk awalan biasanya ringkas, terkadang kita harus memilih, cepat dalam anju dan selesai dalam pemprograman. 3. Fokusing Detik lampu busur sudah tersampir dengan posisi ketinggian batten sesuai dengan rancangan yang dia untuk. Kita mulai fokusing [mengarahkan cahanya] Siapkan tangga/skavolding beroda, sarung tangan dan kunci untuk mengencangkan baut, cak agar lampu tidak begerak sesudah di fokus. Untuk melakukan fokusing kita memerlukan tiga maupun empat orang yang membantu. Satu orang untuk menyalakan atau mematikan lampu, satu alias dua turunan mendorong tahapan dan satu juga Tekhnisi yang fokusing di atas tangga. Satu manusia yang fokusing harus tahu bagaimana cara mengarahkan lampu, pan,tilt, spot , flood, memasang warna, memotong kurat dengan sayat, memasang gobo, khususnya untuk lampu profile / ERS buat makin jelasnya baca, mengenal bola lampu Panggung dan kepribadian cahayanya Teradat diketahui kirana lampu panggung selalu mempuyai titik api [hotspot] dan area cahaya [gambar 1A]. Titik api dan area cahaya mempunyai ketekunan terang yang berbeda [tulang beragangan 1B]. Gambar 1 A. Gambar 1B. Jika kita akan membuat area aktor dengan sorot yang merata, kita harus menyasarkan cahaya secara overlaping. Lihat perbedaan buram 2 dan susuk 3. Kerangka 2. Titik api kilap tak overlaping. Pada bagan 2 Kalau aktor berputar bermula wadah kiri ke panggung kanan, aktor akan melalui ruang gelap dan ira terang. Berbeda dengan gambar 3, fokus panah overlaping. Ira-ruang gelap tidak ada. Semua terisi cahaya, sehingga aktor sering berada di ruang terang. Fokusing Front light Gambar 2. Cahaya enggak overlaping. Gambar 3. Cahaya overlaping Seperti lakukan fokusing bola lampu back light. Bagi mendapatkan cahaya yang merata fokusing dibuat overlaping.[rang 4] Gambar 4. Gambar 5. Tiga arah fokus panah tampak samping. Gambar 6. Perwujudan cahaya di atas set panggung prosenium. Untuk lampu back light hindarkan sinar keluar panggung depan ataupun hindarkan cahaya mengenai spektator. Demikian penjelasan singkat. Bagaimana persiapan dan fokusing lampu busur palagan. Agar boleh mengingatkan kembali ataupun menambah mengerti apa yang sudah kita pahami, untuk n antipoda-antiwirawan LD dan yang akan menjadi LD [lighting Designer] atau nan tetarik dengan Tata Cahaya. Semoga kancah kita lebih spirit setelah endemi covid 19 ini berjarak. Lampiran foto aktivitas fokusing. 4 sifat Pencahayaan pelalah hadir di Panggung Pencahayaan panggung plong setiap tontonan comar mengapalkan catur adat pencahayaannya. Sehingga mewujudkan suasana bagian hidup dan pertunjukan menjadi baik. Empat sifat pencahayaan itu – Kesungguhan – Distribusi – Rona – Gerakan/Perubahan Dalam artikel sebelumnya [Cara Menata Bola lampu Teater] dijelaskan bagaimana kaidah menata bohlam ajang dan membuat lighting plot. Kerjakan lebih lanjut kita membuat program babak atau cue [bc Qiu]. Pasca- lampu-lampu terpasang sesuai lighting plot, kita start ceck list bohlam sreg dimmer kontrol. Sekiranya ada lampu yang belum menyala tentunya dicari apa penyebabnya, bohlam mati, jek sambungan yang tidak sempurna atau ada masalah nan lain. Lembaga diagram intalasi bohlam; Semua lampu sudah menyala, kita mulai membuat program adegan. ?. Kenapa harus diprogram? ! . Karena, seandainya kita menggunakan lampu lebih dari lima, kita akan kesulitan buat menyalakan ataupun mematikan secara bersamaan. Karena lampu dipasang secara tunggal satu canel satu bohlam. Untuk itu kita membutuhkan Counsole/dimer pengaruh. Seorang Lighting Disainer sudah karuan menimang-nimang atau sudah merancang setiap cue adegan yang akan dibuat untuk pentasnya. Berikut yaitu catur sifat pendar panggung tersebut untuk membuat rancangan cue fragmen menjadi makin baik Empat Sifat Seri Panggung Intensitas. Keseriusan cahaya bisa mempengaruhi suasana hati [mood]. Dengan mengatur intensitas internal satu program anda dapat membuat suasana yang berbeda bermula cue yang satu dengan cue nan lain. Dengan mengeset intensitas lagi kamu bisa menujukan perhatian penonton. Dibagian mana dan barang apa yang akan dia suguhkan untuk penonton. ? . Kenapa? ! . Karena, di atas panggung cahaya yang lebih binar akan menjadi lebih fokus. Tetapi lain enggak mana tahu, dengan cahaya satu arah lega satu korban dapat lagi menghela manah dan mejadi fokus, misalnya; satu alamat hanya diberi cahaya back light semata-mata atau top light saja. Distrbusi. Sebelah [tesmak]. Arah kurat yang tertuju pada objek nan diterangi. Segala yang terlihat atau segala yang bisa dilihat oleh penonton berbunga satu sasaran, silam tergantung lega darimana cahaya itu datang. Front light, Back light, Top light/Down light maupun side light. Seandainya peralihan sisi cahaya itu terjadi, bulan-bulanan akan terlihat berubah secara mendasar. ? . Kerjakan jelasnya seperti apa? ! . Contohnya, sebuah benda atau aktor, diberi cahaya bersumber arah depan [front light], maka wajah dan fisik adegan depan tertentang jelas. Jika dengan objek yang proporsional diberi panah berpunca arah belakang [back light] maka tampang dan badan bagian depan nampak gelap. Maka tampak hamba allah nan mistirius. Jika alamat diberi binar top light/Down light, maka terasa suka-suka pengkajian pada objek. Dan seandainya korban di serah cahaya dari samping [side light], maka kelihatan sisi samping korban membentuk garis nan mengikuti bentuk sasaran tersebut. Maka lampu side light dominan untuk lampu tari. [baca juga, Hadirnya Bapak Pencahayaan Stanley McCandless’] Berikut penjelasan tambahan tetang ditribusi [jihat] kilauan dalam metode McCandless. Front light, cahaya dari depan untuk menerangi aktor supaya terlihat oleh penonton. Kalau satu lampu busur diarahkan harfiah. Roman aktor terlihat kondominium minus menghela. Akan lebih menarik sekiranya lampu digeser ke sisi aktor. Banyangan nan dihasilkan melantangkan wajah aktor, sehingga aktor memiliki dimensi Arah cahaya/ki perspektif 45 drajat cerminan akan sebanding jenjang dengan tinggi tubuh aktor. Jika tinggi lampu sejajar dengan aktor maka aktor terlihat kondominium dan bayangan memanjang. Dan jika lampu ki berjebah di asal akan menghasilkan tapilan nan enggak wajar, tidak alami. Timbul efek banyangan tinggi di latar pinggul. Lampu busur dengan posisi dibawah jarang digunakan, kecuali kerjakan efek tertentu. Front light Back light. Bohlam back light akan meciptakan dimensi dan boleh membaikkan aktor dengan latar belakangnya. Jika kamu kepingin mengecat lantai bekas. Gunakan bola lampu back light. Itu bertambah baik dan tepat . Kelihatannya kamu pernah punya masalah, rona seragam seperti mana warna backdrop. Hal itu bisa diatasi dengan memisahkan kedua objek tersebut. Gunakan lampu latar ditambah lampu back light. Tesmak bohlam yang baik bakal back light 45 – 60 drajat. Jika bertambah dari 60 drajat akan menjadi top light/down light. Jangan lupa kamu harus mengkritik pantulan yang terjadi, intensitasnya dan warna dari lampu back light. Untuk menghindari refleksi lampu back light akan halnya dan membuat terpaut penonton. Akan halnya pantulan/refleksi. Takdirnya pertunjukkanmu memperalat proyektor untuk mengemukakan okuler pada latar belakang. Kamu perlu memerinci refleksi nan terjadi terutama berusul bola lampu front light. Karena refleksi lampu front light akan mengaburkan ketajaman rangka dari proyektor. Sebelah refleksi cahaya; Side light. Digunakan dalam kombinasi dengan front light. Side light menjadi lampu utama. bohlam side light dapat digunakan menjadi sumber motivasi, melalui corak, intensitas dan sudutnya [kirana termotivasi; Kilap yang dimotivasi maka itu sumur tententu, surya, lampu busur atau api]. Side light menjadi lampu utama, itu merupakan tehnik yang sangat dramatis dan efektif. Berikut bilang model jihat cuaca; Diagonal back light side light Back light down light/top light Jenis panggung dan Arah lampunya Proscenium stage Tempat Prosenium, spektator bersumber satu sisi. Andai sebuah kotak, riuk satu sisinya dibuka untuk penonton. Sudut pencahayaannya [baca, Hadirnya Kiai Pencahayaan Stanley McCandless’] Thrust Stage. Bekas thrust, pemirsa gemuk di tiga arah. Biasanya ki perspektif pencahayaan lebih tinggi [60 drajat] buat memencilkan cahaya mengenai penonton. Arah binar pada panggung thrust nyaris sebagaimana panggung arena. Fleksibilitas posisi lampu busur utama dipanggung ini. Tulang beragangan Bekas thrust dan arah lampu busur Arena Stage. Arena arena, penonton dempang dengan pemain di catur sisi panggung. Sudut cahaya lebih pendek bermula Thrust stage. Fleksibilitas posisi lampu penting dipanggung ini. Kurat dari semua sisi penonton. Vareasi ki perspektif dan arah sangat berarti buat menafsirkan suasana hati [mood]. Ki perspektif dan arah merupakan indikator penting mulai sejak perigi cahaya termotivasi. Dandan. WarnaAdalah salah satu dari empat sifat terdepan lampu teater. sifat paling efektif lakukan membuat dramatik dan meningkatkan suasana lever [mood]. Corak bisa halus/dramatis, dekoratif, membuat suasana, bisa dibuat simbolis atau realistis. Cahaya bisa menghidupkan adegan, energi kurat dapat mengungkapkan, mencerahkan. Dengan menggunung corak pada aktor dan seting sehingga meningkatkan energi panggung. Dengan warna dapat menyampaikan manah/suasana lever. Warna Cerah mendukung mengemukakan suasana situasi. Misalnya langit berwarna biru atau matahari bercat asfar. Warna, sesuatu yang paling koplek. Warna memiliki pendirian pemahaman dasar, fisika corak, fisiologi, psikologi. Setiap bahan benda mempunyai warna koteng. Terlazim diingat bahwa corak cahaya mempengaruhi warna objek. Dan faktor tertentu alias prinsip tertentu dapat mempengaruhi prinsip kita melihat warna. Kilat pelalah berwarna lamun lampu itu polos. Dan warna tidak akan ada tanpa cahaya. Cahaya mengungkap kehadiran [Roedjito, pakar scenografi]. Reseptor mata manusia paling sensitif terhadap tiga gelombang warna, merah , hijau dan biru.[RGB]. Kombinasi ke tiga corak ini akan menghasilkan rona putih. Teradat diketahui rona primer pada kilat farik dengan warna primer lega pigmen. Warna primer cahaya; merah [R], baru [G], dramatis [B]. Warna primer pigmen; merah [R], sensasional [B], asfar[Y], Jika warna primer sorot dicampur akan menghasilkan warna ceria. Corak primer pigmen jika dicampurkan menghasilkan rona hitam. Manuver/Perubahan Gerakan nan dimaksud disini meliputi – Gerakan dari arah [sudut] mana cahaya itu datang – Perubahan intensitas [persilihan sorot atau redupnya panah] – Persilihan rona [pertukaran suasana keadaan, perubahan suasana hati/mood] – Fade in atau fade out [tunu berlahan atau nyenyat berlahan] – Perlintasan satu cue ke cue yan enggak. Itu sekali lagi suatu aksi. – Perubahan fokus pada babak [fokus di area kanan berubah menjadi fokus di area kiri] – Transisi tata letak nur di panggung Seorang Lighting Designer terlazim mengenali dan mengarifi catur sifat di atas. Sehingga Disain tata sorot yang dibuatnya baik, dan pentas pertunjukkannya juga menjadi habis baik. Buatlah panggungmu menjadi lebih hidup. Stenley McCandless dengan metodenya mengubah perian depan tatacahaya dengan inovasi Pada awalnya tatacahaya [pencahayaan] diserahkan kepada bimbingan panggung [stage manager], pengerjaanya membutuhkan tekhnisi setrum nan tak kurang. Dan hasil pencahayaannya hanya mendamari anak ningrat [aktor] dan set dekor [artistik]. Memang pada masa itu tatacahaya wadah hannya sebagai penerangan buat menerngi aktor dan set dekor. Hal itu sederajat dengan apa yang terjadi beberapa hari terlampau dalam festival teater disini. Pelalah unjuk istilah aster’ [asal terang, bisa dilihat oleh mata dan jelas di kamera]. ?. Apakah itu tidak cukup ! . Privat pentas teater, tari juga musik, tatacahaya enggak doang perumpamaan penyinaran. Tetapi dapat lebih dari itu, untuk memperjelas ekspresi pemain sandiwara, bakal menciptakan menjadikan suasana hati [mood] babak atau membuat sebuah ruang. ? . Bagaimana untuk membuat itu? ! . Ayo sama-sama kita pelajari ilmu yang diberikan oleh kiai pencahayaan Stenley McCandless Stenly McCandless ialah bapak desain pencahayaan, dengan metodenya yang tersohor Metode McCandless’. Kehadirannya merubah penataan kilat wadah pecah era sebelumnya. Hal itu membangatkan kreatif para pekerja Penyelenggaraan seri panggung. Metode McCandless menjatah kewedanan akting memjadi bilang area yang lebih sempit. Panggung dibagi menjadi enam atau sembilan kewedanan [Gmb. 1]. Pada setiap negeri mendapatkan dua sebelah cahaya dari depan [front light] dengan posisi nan berlawanan dengan kacamata 45 derajat.[Gbm. 2] Kacamata 45 derajat dipilih karena sudut itu paling alami bikin sebelah cahaya dari depan. Rangka. 1Distrik panggung A. Panggung dibagi menjadi enam kawasan. B. Panggung dibagi menjadi sembilan area Gambar. 2 Ki perspektif 45 derajat pada lampu depan [front light] Gambar 3. Di dasar ini yakni aplikasi sudut 45 derajat ke medan. Sisi cahaya berpokok depan [front light] untuk area palagan. Sudut 45 derajat setia meskipun pada distrik tertentu lain cermin ?. Lakukan front light apakah harus dengan dua lampu? ! . Sejenis itu metode McCandless. Dengan dua lampu dari depan [ front light ], Seri lampu yang satu akan menghilangkan banyangan berpokok lampu yang tak. Dan sekiranya sira menyingkirkan ketekunan maupun warna lampu seperti pada [Gmb. 4] ia bisa membuat saringan cak bagi menandakan perian kejadian. misalkan bikin pagi perian corak suam lebih terang dari warna dingin. Dan bikin merepresentasi siang hari kedua dandan dibuat terang. Sedangkan untuk menandakan malam hari, warna anyep lebih kurat berpangkal warna pesam. Rajah. 4 ? . Bukannya dengan panah berasal depan saja membentuk anak ningrat terbantah flat/datar? ! . Betul. Semarak front light saja membentuk pemain sandiwara terlihat menempel puas set/back groundnya, maka perlu di tambahkan satu arah semarak pula berbunga belakang, back light [Gmb,5]. Menjadi tiga titik sumber cerah [Three point lighting]. Sehingga pemain sandiwara tampak utuh tiga matra. Atau boleh jadi saja anda menambahkan sebelah cahaya dari sudut yang berbeda. Metode McCandless memungkinkan itu. [ Misalnya kamu mengganti sebelah back light dengan back diagonal light, cahaya semenjak bokong diagonal atau menambahkan cahaya dari saping [side light] untuk mendapatkan efek yang dia inginkan. Gambar 5. Tiga titik sumber kilauan [three point lighting] Bentuk. 6 Berikut tambahan jawaban diatas; Dengan front light dua lampu dia boleh membentuk program bakal suasana siang atau malam dengan lampu yang sama. Degan cara mengatak perubahan keseriusan lampu. Misalnya bohlam ke satu cahaya nur dengan corak suam, intensitasnya berputar turun berlahan. Sedangkan lampu ke dua dengan warna dingin intensitasnya bergerak panjat berlahan dalam waktu bersamaan. Rayapan intensitas dan warna itu memberi kesan kepada spektator bahwa waktu sudah lalu bergeser. Sehingga suasana siang berubah menjadi suasana malam. [Gmb. 4] ? . Setelah tekor tahu Metode McCandless, bermakna kita membutuhkan lampu cukup banyak? ! . Ya. Itu menjadi problem buat kita. Tetapi banyak penata sorot/lighting designer [LD] memecahkan problemnya sendiri. Banyak juga LD tak menerapkan metode McCandless. Khususnya untuk pengusahaan bohlam front light ini. Lampiran akan halnya buya desain tatacahayaan Stanley McCandless bukan hanya tertarik pada sisi artistik pecah desain manajemen sorot, tetapi ia juga berkontribusi pada teknis seni. Ia meracang organ lampu panggung dengan penggunaan reflektor ellipsoidal [ERS. Ellipsoidal Reflektor Spotlight]. McCandless seorang arsitek, temperatur di sekolah seni dan konsultan tatacahaya. McCandless bekerja dengan Kirk cak bagi mendesain ERS pertama, Century Leko. Ini men era mentah bikin perlengkapan manajemen cahayaan panggung. Lampu dengan cahaya yang keras, seri bisa dibentuk boks dengan tambahan shutter, lubang bagi memasang iris dan gobo. Baca juga tentang bohlam ERS Demikian cacat akan halnya Metode McCandless, metode dari bapak desain tatacahayaan. Kiranya menambah pengetahuan kita tentang pencahayaan wadah dan dapat kita terapkan pada pentas kancah kita.. Panggung teater adalah tempat untuk melakukan pementasan. Pada awalnya pertunjukan itu dimainkan dimana doang, di halaman flat, halaman kantung, tanah lapang dan pendopo untuk pertunjukan indor. Itu asalmula bekas pertunjukan yang terjadi di sini [Indonesia] hal itu tidak jauh farik dengan apa yang terjadi di Yunani, nan kemudian berkembang menjadi ajang-panggung maju seperti yang kita kenal sekarang. Berikut jenis Kancah-panggung itu Wadah Proscenium Panggung Proscenium adalah panggung konvensinal yang banyak kita jumpai puas gedung-gedung pertunjukan kita. Sreg panggung ini penonton berada disatu jihat. Jika diibaratkan panggung itu sebuah kubus, pemirsa ki berjebah pada dinding ke catur yang jihat dindingnya dibuka. Presentasi sreg panggung proscenium terasa lebih normal. Semua perabot pergelaran, set, properti, lighting dll, dapat disembunyikan berpokok pandangan penonton. Rukyat spektator bisa diatur dan dibatasi mana yang dapat dilihat dan mana yang enggak boleh kelihatan oleh penonton. Bekas Proscenium Wadah Proscenium dan Aksesorisnya ; Orkestra besikal Wadah pemusik. Jika gedung itu dibangun tersendiri cak bagi bangunan pementasan, galibnya lantai orkestra besikal boleh diturunkan. Apron Kancah nan terletak di depan layar topang di depan bingkai proscenium Tormentor Pembatas samping/wing [leg] yang minimum depan. Biasanya untuk Teaser Pembatas atas [border] yang paling depan. Biasanya untuk memendekan atau mengencangkan lis proscenium Grand Curtain Layar utama Border Pembatas atas. Galibnya dibuat berusul kain dengan dandan hitam, untuk membentangi lampu dan battennya. Juga untuk menutup seting panggung nan disimpan di atas [fly galery] Leg/wing Pembatas samping. Normal dibuat dari tiras dengan warna hitam Fly Galery Pangsa di atas panggung. Ulas buat menyimpan seting/dekor pertunjukan. Hanya lain semua gedung pertunjukan mempunyai fly galery Backdrop / Cyclorama Layar pembatas panggung belakang. Biasanya backdrop sahaja menunggangi reja suatu warna atau lukisan besar. Cyclorama, menunggangi kain satu warna kurat dan dengan pendar [lampu Cyc] bikin takhlik panorama yang bisa berubah. Tambahan istilah buat tempat proscenium Asbestos /fire curtain Layar tahan jago merah. Rata-rata di tempatkan di bokong bingkai proscenium Portal proscenium Sebuah bingkai dekoratif nan dirancang bagi produksi tertentu. Lazimnya digantung dibagian atas bingkai proscenium Falseproscenium Bingkai proscenium nan dibuat buat mengurangi bukaan proscenium atau mengubah bagan proscenium Buat Ajang Proscenium, coba amati, tatap dari kursi penonton saat pangung itu nol. Aura sisi panggung kanan akan terasa berbeda dibandingkan arah panggung kiri. Berikut area tempat proscenium. Distrik arena proscenium A. Ajang dibagi menjadi 6 area. B. Palagan dibagi menjadi 9 daerah. 1. Downstage Right 2. Downstage Center 3. Downstage left 4. Centerstage right. 5. Center stage. 6. Centerstage left 7. Upstage right. 8. Upstage center. 9. Upstage left. Cak bagi pemberian nomer daerah tidak cak semau kelanggengan. silahkan berangkat dari bawah atau dari atas, menurut aturan saja. Panggung Thrust Pada panggung thrust spektator mampu di tiga jihat. Tempat ini menjorok ke penonton seperti area apron yang diperluas sampai jarak pemain sandiwara dan penonton menjadi bertambah dekat. Pada tempat thrust set/dekor dibangun menjadi bagian sisi dinding ke catur. Bekas Thrust Gelanggang Arena Pada panggung ajang penonton mengerumuni kawasan panggung, sehingga set/dekor tidak boleh jadi dibangun. Bekas ajang ini yakni panggung yang paling demokratis. Setiap penonton berusul empat sisi mempunyai hak yang sama bagi menikmati segala yang terjadi di atas palagan. Situasi ini menjadi tantangan kepada penata lampu, dan semua penata pada satu pertunjukan di panggung arena termaktub pemain dan sutradara. Panggung arena, gelanggang yang akrap dan dempet antara anak komidi dengan penontonnya. Panggung Panggung Black Box Black box adalah tempat laur. Mempunyai banyak keefektifan. Satu ruangan yang galibnya berwarna hitam, Pada ulas tersebut buram tempat dan provinsi penonton boleh diatur sesuai kebutuhannya. Black box / Panggung fleksibel menawarkan banyak prospek untuk berekperimen. Rancangan teaternya, lighting, artistik. Panggung boleh dibuat Proscenium, Tempat dengan pemirsa berkeliling. Thrust, dengan medan penonton tiga sisi [ lambang bunyi U] atau dua sisi, alias tempat dibuat multi titik api. Belaka kekurangannya, black box membidik kecil sehingga daya produksi pemirsa sedikit dan bagi merubah gelanggang dan area penontonnya membutuhkan periode dan tenaga Plong Black box tempat bisa di atur sesuai yang diinginkan. Berikut sejumlah contohnya A. Kancah Proscenium B. Palagan Thrust Pemirsa di tiga sebelah C. Gelanggang Medan Spektator di catur sisi D. Gelanggang arena Penonton di dua sisi berhadapan Black box biasanya patut lengkap untuk fasilitas batten lampunya, untuk menggantung lampu dari posisi depan, mulai sejak bokong, atas medan, saping. Sehingga cukup memungkinkan untuk memasang lampu dimana saja. Demikianlah tentang jenis panggung teater dengan beberapa penjelasan dan keterangannya. Jika ada kekliruan dan kekurangan silahkan dikoreksi. Semoga bermanfaat, dan anda bisa memintal arena yang tepat untuk karyamu. Kaca ialah dasar sebuah lensa. Sekiranya kilat melalui kaca terang akan dibiaskan [dibengkokkan]. Semua lampu tempat beradab mengunakan Reflektor dan Kanta. ?. Apa kegunaan Reflektor dan suryakanta pada lampu wadah. ! . Reflektor, lakukan meningkatkan efesiensi sumber cahaya. Lampu dengan menunggangi reflektor sorot nan dihasilkan menjadi kian terang. Lensa, untuk mengumpulkan dan mengarahkan ulang cahaya dari sumbernya. Reflektor pada awalnya mengunakan beling ideal. Pada tahun 1950an baru dibuat mengunakan logam ringan yang dilapisi bahan reflektif, disebut alzak. Pada perkembangannya reflektor dibuat bermula kaca dilapisi dichroik. Reflektor dichroik dapat dirancang terobos pendar ultralembayung dan inframerah sehingga mengurangi panas kerumahtanggaan tabung lampu. Gambar di bawah ini arketipe Reflektor dichroik Ada tiga kamil Reflektor pada lampu panggung. Parabolic Spherical Ellipsoidal Berikut tipe reflektor dan arah binar yang dipantulkan. 1. Reflektor Parabolic Reflektor Parabolic menghasilkan sinar yang keras. Sinar yang cenderung ke reflektor parabolic dipantulkan setolok dan paralel. Sehingga menghasilkan kilat yang terang. Reflektor ini digunakan sreg bola lampu PAR.[Parabolic Aluminised Reflector] Reflektor ini menyatu dengan bohlamnya. 2. Reflektor Spherical [bulat] Reflektor spherical, cahaya yang mengarah ke reflektor dipantulkan pun kearah dimana tutul kilap bersumber. Reflektor ini digunakan puas bola lampu Fresnel dan bohlam Plano-convex. 3. Reflektor Ellipsoidal Reflektor Ellipsoidal berbentuk secarik ellipsoid, reflektor ini paling kecil efesien dibandingkan reflektor lampu pangung nan lain, n kepunyaan dua noktah fokus. Titik fokus pertama berada damping dengan reflektor, yaitu tutul sumber kilap. Titik fokus kedua merupakan noktah fokus kurat pantulan nan menyatu dengan cahaya dari sumbernya sehingga terang cenderung di titik ini. Reflektor ini digunakan pada lampu Ellipsoidal [lampu profile / lekolite.] Dan nan perlu di ingat untuk reflektor ellipsoidal, cahaya nan kaya di atas akan dipantulkan ke bawah begitupun sebaliknya kurat yang berada di bawah akan dipantulkan ke atas. ? . Bagaimana sekiranya memasang gobo terbalik? ! . Sekiranya beliau memasang gobo tersuling itu betul, terang gobo yang dihasilkan akan norma. seperti mana gambar dibawah ini 4. Reflektor CyC/flood Reflektor bikin bohlam CyC. Reflektornya lebih sederhana. Terbuat berpokok piringan hitam besi dengan permukaan mengombak/ tidak rata. Kejadian itu berguna untuk memecah sinar nan nomplok. Komplet dua model reflektor CyC A. Cahaya yang di hasilkan simetris B. Cahaya nan di hasilkan asimetris. Reflektor ini lebih sepakat cak bagi mendamari cyclorama/ back terban. Jenis-Keberagaman Lensa Lega Lampu busur Palagan Kaca adalah dasar sebuah kanta. Jika cahaya melangkahi kaca cahaya akan dibiaskan [dibengkokkan]. Susuk dibawah ini yaitu pembiasan maka itu lensa kaca Syariat pembiasan menyatakan Cahaya saat melangkaui alat angkut yang memiliki konsistensi farik [udara – gelas] cahaya akan di bengkokkan, kemudian menembus verbatim satu bahasa kurat itu datang. Tiga Keberagaman Lensa Dasar Convex, Concave , Plano-convex Kanta Plano-Convex Lensa plano-covex mempunyai dua sisi parasan yang farik. Satu sisi permukaannya membosankan dan arah latar yang tak mungkum. Lensa digunakan bikin mengarahkan sinar yang menyebar berpokok reflektor maupun dari sumbernya yang di pusatkan menjadi kilauan yang terang. Pada gambar ini panah melalui lensa cembung [plano-convex] akan di bengkokkan tegak verbatim, begitupun sebaliknya saat lensa konfeks [plano-convex] mendapat cahaya bersimbah lurus cuaca tersebut akan dibengkokkan kabur lurus. Lensa fesnel Lensa fesnel berusul dari lensa plano-convex nan dikembangkan bakal mengurang berat dan prospek retak karena seronok nan berlebihan. Dengan kaidah, lensa plano-convex dipotong mengurangi ketebalannya. Lensa fresnel bidang rata dengan deretan gelombang yang buntar. Cahaya yang melaluinya akan dibiaskan oleh deretan gelombang elektronik itu sehingga membuat cahaya menjadi halus dan subtil Abstrak Suryakanta fresnel Lampu busur Par Untul lampu Par Reflektor dan lensanya menyatu bersama bohlamnya. Berikut Contoh bohlam Lampu Par 64 dengan beberapa tipe ACL [ Air Craft Landing ] Wide Super Wide Semoga dengan artikel ini kita dapat kian memahami. Bahwa lampu tempat itu memiliki karakter sinar nan farik. Setiap diversifikasi lampu menghasilkan sinar yang berlainan karena reflektor dan lensanya. Ayo pelajari bola lampu arena kian dalam. Mari! Tata lampu busur pertunjukanmu dengan apik. Ketika satu tontonan dipersiapkan set telah dibangun di atas palagan, atau mungkin sekali lagi pertujukan itu hanya menggunakan panggung kosong. Tetapi pencahayaan akan tetap mempersiapkan untuk mengemas pertunjukannya. Atraksi teater/drama lain akan lepas berpokok penyampaian suasana [mood] bagian, ? Bagaimana menghadirkan mood itu? ! ; Sebagai Penata Binar kamu terbiasa mengenali karakter cahaya yang dihasilkan lampu-lampu panggung. Bilang jenis lampu panggung perlu dia amati perbedaan cahayanya, sehingga bisa memilih keberagaman bola lampu yang engkau butuhkan bakal mewujudkan disain cahayamu ? Apa cuma jenis lampu palagan itu? ! Ada bilang macam lampu yang digunakan di gelanggang. Bohlam Fresnel Lampu dengan lensa fresnel [diucapkan “frennel”], suryakanta yang ditemuka oleh Augustin- Jean Fresnel [1788-1827]. Awalnya lensa fresnel dipakai untuk bola lampu mercusuar dan pertamakali digunakan dalam pencahayaan lampu panggung di akhir 1920-an. Berikut penggalan-bagian bohlam Fresnel dan contohnya Reflektor spherical. Lubang Ventilasi. Yoke. Bohlam Bohlam Lensa Dudukan Frame filter/gel. Alabangka pengatur spot/flood [bohlam&reflektor bergabung]. Posisi Flood. Posisi Spot Lampu Fresnel, kilauan yang dihasilkan rata dan lembut dengan senggat cahaya yang renik. Galibnya dipakai untuk lampu depan [wash], lampu area. Kepribadian cahayanya rata sehingga pas baik lakukan mendudukkan sela-sela gelap. Fokus/diameter cahayanya bola lampu fresnel bisa diatur menjadi spot [di kecilkan] maupun flood [dilebarkan] dengan mekanisme sekrup atau slide. Sekiranya pada posisi flood binar terlalu melebar, lampu fresnel dilengkapi dengan barn doors, [radas lampu bikin memotong kirana] Lampu PC [Plano-Convex] Lampu busur dengan lensa [plano-convex] Lampu PC umum di Eropa tetapi jarang tampak di AS. Cahaya yang dihasilkan lebih radikal dari fresnel dengan batas cuaca lembut hanya jelas. Aksesoris dan pengaturan fokus/diameter cahaya lampu PC seperti mana lampu fresnel. Perbedaannya tetapi pada lensa yang digunakan. Lampu PC sering dipakai bikin lampu special [top light/down light, back light.] ? Apakah penggunaan lampu fresnel dan PC sebatas itu? ! Tentu saja tak, lampu Fresnel dan PC lain menutup kemungkinan untuk posisi- posisi yang lain. Sesuai dengan kreatifmu. Lampu Profile Profile Ellipsoidal Spot/Ellipsoidal Reflektor Spotlight [ERS] Kita demap menyebutnya Lampu Profile di Inggris menyebutnya Zoom Profile dan di AS bertambah masyarakat dengan menyebutnya Leko. Merek Leko di renggut dari [Joseph Levy and Edward F. Kook] penemu lampu Leko Lampu busur Profile cak semau dua macam 1. Bifocal Profile 2. Zoom Profile Bifocal Profile lampu dengan satu kanta dengan drajat / lebar kilap yang tetap. Fokus cahaya bifocal profile belaka boleh di untuk dua fokus, tajam dan lembut, dengan mandu mencadangkan ataupun memundurkan tabung lensanya Berikut bagian-adegan bola lampu Profile/Ellipsoidal Reflektor Spotlight [ERS] dan contohnya Pegangan penaung belakang Lampu bohlam Dichroic glass berlapis logam atau reflektor ellipsoidal Bukaan & titik silang kilat berbunga reflektor Shutter atas Slot gobo/sayat Dua lensa plano-convex. Penahan frame filter/gel. Bekas frame filter/gel Yuridiksi titik api bohlam. Knob arus tabung lensa. Shutter bawah. Sekrup penghambat focus. A. Philips Strand 19- ,26-, 36-, dan 50 derajat;, lampu 575 alias 750 watt. B. Altman Phoenix5-, 10-, 19-,26-, 36-, dan 50 derajat; lampu HPL 575 atau 750 watt Lampu Profile / ERS menghasikan kilap paling tajam diantara lampu-bohlam panggung nan lain, batas ketajaman cahayanya bisa diatur. Dengan prinsip mengeser lensanya. Lampu busur Profile/ERS ada beberapa jenis, semenjak 5 – 50 lebih lagi ada yang 90 derajat. Semakin besar derajat lampu tersebut semakin lebar cahaya yang dihasilkan. Lensa puas bohlam ini bisa kita saling sesuai drajat bola lampu nan kamu inginkan, dengan pendirian menukar torak dan lensanya [tatap bagan menukar lensa] Bakal bohlam dari jihat depan [FOH- Front of the house] lebih cocok menggunakan lampu ini. Lega lampu profile/ERS kita bisa memasang organ gobo atau Iris. Semarak bola lampu profile/ERS bisa kita bentuk menjadi persegi, dengan menggunakan catur shutter yang terdapat di keempat arah lampu. Mengganti kanta [silinder lensa] Bentang pengunci bumbung lensa, kemudian [1] tabung geser keatas dan [2] dorong kedepan. Memotong cahaya dengan shutter Tarik shutter- dan turun takhta ke atas atau ke bawah, sesuai yang diinginkan. Shutter Perangkat standar lampu busur profile. Digunakan cak bagi menyela cahaya. Terletak di keempat sisi bohlam profile. Gobo Instrumen tabahan lampu profile. Piringan hitam cendawan yang diukir [bertembuk] deng Transendental yang bermacam-keberagaman. Gobo boleh dibuat sendiri mengunakan plat baja atau mengunakan plat aluminium yang kemudian dipasang pada holder gobo Iris Perlengkapan tambahan lampu profile. Digunakan buat mengatur osean kecilnya kaliber cahaya. Contoh Sayat Shutter dan Holder gobo Lampu busur Zoom Profile/Zoom Ellipsoidal Lampu zoom profile, lampu dengan dua kanta salah suatu lensanya menggunakan lensa bi-convec Berikut bagian-bagian semenjak lampu zoom profile/zoom ellipsoidal dan contohnya 1. Baut untuk membuka bohlam 2. Bohlam lampu 3. Slot gobo/iris 4. Mekanik habituasi lampu 5. Reflektor dichroic 6. Shutter 7. Lensa plano-convex 8. Lensa bi-convex Zoom ETC Source hingga 30 derajat atau25 sampai 50 575- ataupun 750 watt Bohlam zoom profile ini sama dengan lampu busur profile / ERS namun keseleo suatu lensanya menunggangi lensa biconvex sehingga memiliki juluran kacamata [mis Cantata 18/32, Selecon 32/50] 18/32 berarti cahaya bisa diatur dari drajat terkecil 18 sebatas drajat terbesar 32. Cara mengaturnya dengan memaju dan memundurkan lensanya. Zoom profile adalah lampu nan paling kecil baik buat memproyeksikan gobo. Contoh gobo Lampu PAR 64 [PAR CAN] Bohlam PAR adalah lampu reflektor parabolic [Parabolic Aluminised Reflector] PAR ditemukan oleh Clarence Birdseye. Sendiri tokoh makanan PAR diperkenalkan di inggris puas 1968 intern konser Rock & Roll Berikut bagian-adegan lampu PAR 64 dan contohnya Soket lampu Ranggit belakang untuk membuka bohlam Yoke Bekas frame penyaring/gel Penyekat kilap Lampu lampu PAR-64 1000 watt Lampu busur Par merupakan kelengkapan mandiri, reflektor lensa,dan pijarnya menyatu dalam suatu unit. Kilap yang dihasilkan abadi dan gigih, senggat kilap pas lembut dan berbentuk bulat telur. Kerangka oval dari cahaya bohlam par dapat diarahkan dengan memutar bohlam lampu di dalam wadahnya. Bohlam lampu par cukup tahan cuaca dan guncangan sehingga sering dipakai untuk bekas di luar kolom. Cuma bilamana ini bagi mendapatkan bohlamnya sudah menginjak sulit. Di rental penyewaan kini Parcan banyak diganti denga Par LED karena jauh bertambah hemat energi dan memungkinkan bikin mewujudkan vareasi warna yang cukup banyak. Lampu Par 64 memiliki beberapa tipe, CP60 [ Very Nerrow ], CP 61 [ Nerrow ], CP 62 [ sedang ] dan ACL [ Air Craft Landing ]. ACL memiliki kurat mencolok, lebih tajam dari CP60. Contoh bohlam Par Led Bohlam Cylorama [CyC] Bola lampu bagi menerangi Cyclorama/backdrop. Biasanya memperalat lampu Flood. Lampu dengan karakter sinar sesuai dengan namanya flood [banjir] nan pepat dan luas. Selain itu, Striplight, bola lampu nan terdiri tiga atau empat lampu flood dengan 3 atau 4 chanel intern satu kawin. Striplight juga cak semau yang memperalat lampu Par 38 sebanyak 12 dalam satu rangkaian dengan 3 chanel. Kebutuhannya yaitu menerangi cyclorama dengan rata. Berikut contoh lampu bakal cyclorama/back drop PhILIPs stRand LIghtIng PhILIPs seLecon stage LIghtIng coda300w500wSINGLE Time Square stage lighting Lampu Reflektor-Striplight dan Striplight R-38, 3 atau 4 chanel Bola lampu-lampu di atas sering kita jumpai di gedung pementasan. Meskipun sekarang terserah bilang tipe lampu diganti dengan lampu led. Dengan mengenal dan memahami karakter lampu-lampu tersebut ia akan makin mudah menentukan pilihan lampu busur untuk disain tatacahaya mu. Selamat berkarya. 10 Trik Penataan Lampu Di Atas Pentas Agar Lebih Menarik – Halo Antrakasa friends, apa kabar? Sudahkah kalian pernah menghadiri sebuah pertunjukan musik atau teater yang memiliki penataan lampu yang menarik? Bagaimana rasanya? Ternyata penataan lampu di atas panggung bisa menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kesuksesan sebuah acara. Oleh karena itu, kali ini kami akan membagikan 10 trik penataan lampu di atas pentas agar lebih menarik. Simak artikel ini sampai selesai ya! Daftar isi 1Trik Penataan Lampu Di Atas Pentas Agar Lebih Menarik1. Pilih Tipe Lampu yang Tepat2. Gunakan Lampu Berbentuk Unik3. Gunakan Lampu Panggung yang Berbeda-beda4. Buat Pola Cahaya yang Unik5. Gunakan Lampu sebagai Tata Cahaya6. Gunakan Lampu sebagai Pengganti Tirai atau Backdrop7. Perhatikan Ketinggian Lampu8. Sesuaikan Warna dengan Tema Acara9. Buat Transisi Cahaya yang Lancar10. Periksa Kondisi Lampu secara BerkalaKesimpulan 1. Pilih Tipe Lampu yang Tepat Sebelum menata lampu di atas pentas, pastikan Anda memilih jenis lampu yang tepat untuk acara yang akan diselenggarakan. Lampu bohlam biasa mungkin tidak terlalu menarik untuk acara konser musik, tetapi lampu LED yang dapat disesuaikan warnanya bisa menjadi pilihan yang lebih menarik. 2. Gunakan Lampu Berbentuk Unik Memilih lampu berbentuk unik seperti bola lampu atau lampu neon dapat menambahkan sentuhan artistik pada penampilan panggung. Sesuaikan dengan tema acara untuk mendapatkan efek yang lebih maksimal. 3. Gunakan Lampu Panggung yang Berbeda-beda Tidak harus semua lampu di atas pentas memiliki warna yang sama. Anda dapat mencoba mengombinasikan lampu berbeda warna atau tipe untuk menciptakan efek yang menarik dan berbeda-beda. 4. Buat Pola Cahaya yang Unik Dengan mengatur lampu menjadi bermacam-macam pola cahaya, Anda bisa menciptakan efek visual yang lebih menarik. Coba buat pola cahaya yang tidak terprediksi untuk menambahkan kesan kreatif dan artistik pada acara. 5. Gunakan Lampu sebagai Tata Cahaya Lampu di atas pentas juga bisa digunakan sebagai tata cahaya yang memperlihatkan detail dari penampilan panggung. Ketika menggunakan lampu sebagai tata cahaya, sesuaikan dengan keseluruhan tema acara. Jangan membuat lampu terlalu terang atau terlalu gelap. 6. Gunakan Lampu sebagai Pengganti Tirai atau Backdrop Jangan takut untuk menggunakan lampu sebagai pengganti tirai atau backdrop. Coba buat desain lampu yang terinspirasi dari latar belakang yang diinginkan. Hal ini bisa membuat panggung terlihat lebih minimalis dan modern. 7. Perhatikan Ketinggian Lampu Ketinggian lampu juga mempengaruhi efek yang dihasilkan. Lampu yang terlalu rendah dapat mengganggu pandangan pemirsa dan membuat mereka merasa tidak nyaman. Namun, lampu yang terlalu tinggi juga bisa membuat panggung terlihat kurang menarik. Perhatikan ketinggian lampu agar tepat dan sesuai dengan suasana acara. 8. Sesuaikan Warna dengan Tema Acara Warna lampu harus disesuaikan dengan tema acara. Misalnya, acara musik rock dapat menggunakan lampu merah dan hitam untuk menimbulkan kesan gelap dan keren. 9. Buat Transisi Cahaya yang Lancar Transisi antara pola cahaya harus diatur dengan baik agar lancar dan tidak terlihat kaku. Sebuah transisi cahaya yang lancar dapat menambah kemeriahan acara dan mempertajam kesan artistik dari penampilan panggung. 10. Periksa Kondisi Lampu secara Berkala Pastikan semua lampu yang digunakan dalam acara berfungsi dengan baik. Periksa kondisi lampu secara berkala untuk mengetahui apakah ada lampu yang rusak atau tidak menyala. Menganalisis dan memperbaiki lampu yang rusak dapat membantu Anda menampilkan penampilan panggung yang kualitasnya terjamin. Kesimpulan Memadukan berbagai trik penataan lampu di atas panggung dapat menciptakan efek visual yang menarik dan keren. Tidak sulit untuk mengatur lampu di atas pentas, cukup perhatikan tema acara dan buatlah desain yang menarik. Demikianlah informasi mengenai 10 Trik Penataan Lampu Di Atas Pentas Agar Lebih Menarik yang dapat Anda aplikasikan saat menggelar acara. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi dan membantu Anda dalam menata lampu di atas pentas dengan lebih kreatif. Terima kasih telah membaca artikel ini, sampai jumpa di artikel menarik lainnya! Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman atau sosial media Anda agar dapat bermanfaat bagi banyak orang. Pelajaran 12 Berekspresi Melalui Karya Teater Kreatif 187 3. Pemain Pemain merupakan tulang punggung pementasan. Merekalah yang tampil langsung saat pementasan dan berhadapan dengan penonoton. Pemain memerankan tokoh-tokoh tertentu yang terdapat dalam naskah. Dengan demikian, para pemainlah yang menghadirkan tokoh di atas pentas. Pemain harus menguasai dasar-dasar bermain peran dan berbagai teknik bermain peran. Pemain harus menjiwai tokoh-tokoh yang mereka perankan. Selain itu, pemain juga harus menjiwai keseluruhan naskah drama. 4. Tim Artistik Dalam pementasan drama, tim artistik adalah orang-orang yang bertanggung jawab dalam mengurus panggung atau pentas, dekorasi, tata lampu, tata suara, kostum, dan tata rias. a. Panggung atau Pentas Panggung atau pentas adalah tempat pementasan berlangsung. Di sinilah naskah drama dihadirkan oleh para pemain. Untuk mementaskan naskah drama, Gambar Panggung tempat pertunjukan ditampilkan Sumber , Gambar ada beberapa jenis tempat pementasan, yaitu pentas konvensional proscenium, pentas arena, dan pentas terbuka. Masalah panggung tidak hanya berkaitan dengan bentuk saja, tetapi juga mencakup peralatan yang harus ada di panggung. Masalah panggung juga meliputi bagaimana pemain bergerak di atas panggung. b. Dekorasi Dekorasi adalah pemandangan latar belakang tempat pementasan. Dekorasi meliputi perabot, lukisan, dan segala unsur yang dapat memberikan makna pada pementasan. Pengertian dekorasi juga bisa diperluas. Jika pementasan dilakukan di pentas yang kosong, dinding gedung itulah dekorasinya. Apabila dimainkan di luar gedung, pohon, semak, bukit, dan cakrawala pada latar belakang dapat disebut dekorasi. Tujuan dekorasi adalah melingkungi daerah permainan dengan pemandangan yang sesuai dengan naskah drama. c. Tata Lampu Dalam pementasan lampu tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga memiliki fungsi-fungsi lain. Fungsi tata lampu dalam pementasan adalah sebagai berikut. Gambar Dekorasi merupakan hal pendukung pementasan Sumber umber Gambar Di unduh dari Seni Teater untuk SMPMTs Kelas IX 188 1 Menerangi pentas dan aktor agar jelas terlihat. 2 Memberi efek alamiah dari waktu, musim, cuaca, dan suasana. 3 Membantu melukis dekorasi dalam menambah nilai warna sehingga didapatkan efek sinar dan bayangan. 4 Membantu permainan dalam melambangkan maksud dengan memperkuat kejiwaan. 5 Mengekspresikan mood dan atmosfer naskah guna mengungkapkan gaya dan tema naskah. 6 Memberikan variasi sehingga adegan tidak statis. d. Tata Suara Dalam pementasan, masalah suara meliputi beberapa hal, yaitu akustik ruangan, mikrofon, dialog, efek bunyi, dan musik. Masalah akustik ruangan berhubungan erat dengan pemilihan gedung. Masalah mikrofon berkaitan dengan masalah properti. Masalah dialog berkaitan erat dengan para pemain. Masalah efek bunyi dan musik secara khusus merupakan masalah yang menjadi tanggung jawab seksi tata suara. e. Kostum

bagaimana cara penataan lampu di atas pentas